Memasuki minggu-minggu terakhir menjalani terapi injeksi, rasanya semakin tidak karuan saja. Pernah suatu hari setelah di suntik saya merasakan perih yang teramat sangat pada permukaan kulit. Saya tidak terlalu ambil pusing dan berjalan menuju ke rumah. Sampai di rumah, ketika saya ingin mengompres bekas suntikan, saya melihat noda darah di celana saya. Astaga, ternyata bekas suntikan itu mengucurkan darah dan membengkak cukup besar. Saya lalu meminta bantuan adik saya untuk membersihkan bekas luka dan mengompres dengan air yang lebih panas. Saya langsung bergegas mandi untuk membersihkan sisa darah yang keluar. Setelah mandi, saya menyadari bahwa bagian yang luka tadi membengkak lebih besar hingga seukuran bola pingpong.
Tentu saya jadi tak nyaman dengan keadaan ini. Terutama saat duduk di kursi ruang makan yang terbuat dari kayu. Saya harus memiringkan badan karena terasa ada yang mengganjal ketika duduk. Esoknya saya lapor ke dokter jaga sebelum melakukan injeksi. Sang dokter menyatakan bahwa hal itu merupakan hal yang wajar, mengingat saya sudah lebih dari sebulan terus menerus disuntik di bagian yang itu-itu saja.


