<---Cerita sebelumnya
Anjis, udah jam tiga pagi.
Padahal wisuda si Pengkang bakal berlangsung di pagi hari. Bisa gawat nih kalo telat datang dan ngga ketemu sama dia. Soalnya itu merupakan salah satu agenda wajib kehadiran kami di Bandung. Lalu akhirnya gue berusaha keras untuk tidur, tapi tetap aja sulit.
Kamar si Otong emang bukan didesain buat kapasitas empat orang. Ini menjadi satu kesulitan tersendiri. Ya, menentukan posisi tidur. Tapi berhubung gue lumayan ahli dalam bidang penempatan ruang, maka gue ditugaskan untuk mengatur posisi tidur.
Tentunya ngga gue sia-siakan kesempatan ini. Gue secara sepihak langsung meng-klaim tempat di kasur. Berdua sama Harcuk. Sedangkan Bos Onta dan si Otong tidur di lantai dengan beralaskan selimut dan sajadah. Nggak tega sih sebenernya, Otong sang pemilik kamar malah harus tidur di lantai. Maap yak, Tong.

