Thursday, 19 May 2016

'Jurnalis' Sampah


Gue sempat memandang jurnalis dan wartawan sebagai profesi yang keren. Bahkan ketika kecil gue pernah bercita-cita menjadi wartawan. Sebab di mata gue, pekerjaan mereka begitu mulia. Yakni menayangkan berita supaya orang-orang bisa tau informasi terkini. Membuka mata masyarakat tentang keadaan dunia luar.

Sumber

Namun keinginan itu berangsur-angsur menghilang. Karena dalam beberapa tahun terakhir, gue melihat profesi ini seperti kehilangan wibawanya. Terutama sejak penggunaan media online mulai merajalela. Para ‘jurnalis’ atau ‘wartawan’ itu lebih mementingkan traffic (jumlah pembaca) ketimbang kualitas informasi.

Akibatnya bisa kita lihat. Berita yang berseliweran di internet kini banyak yang ngga bermutu. Apalagi kalo berasal dari portal berita abal-abal. Ya tujuannya emang tercapai, jumlah traffic membludak. Tapi apakah cuma sebatas itu tujuan yang ingin dicapai? Serendah itukah?

Ke mana perginya para jurnalis yang dulu dianggap sebagai sosok cerdas dan berwibawa?

Wednesday, 11 May 2016

Baik-baik Saja


Sengaja saya menulis ini agar kamu tahu bahwa saya baik-baik saja.

Saya juga ingin kamu tahu bahwa perpisahan kemarin tidak berefek terlalu signifikan dalam kehidupan saya secara keseluruhan.Tulisan bernada sendu yang tempo hari saya buat bukan muncul akibat kepergianmu. Sama sekali bukan.

Semenjak kamu pergi, relatif tidak ada yang berubah dari saya. Saya masih dapat beraktivitas dengan normal. Senormal ribuan hari saat kamu ada. Saya tetap makan dengan lahap, tidur dengan nyenyak, dan bekerja dengan produktif.
Saya baik-baik saja.

Sebaiknya fokuskan pikiranmu pada apa yang kamu kerjakan di sana. Kembangkan dirimu, pelajari hal-hal baru. Jelajahi tiap sudut kota tempat kamu berada. Coba berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Lakukanlah semua hal baik demi tercapainya cita-citamu.

Tidak perlu kamu cemas. Jarak ini bukanlah masalah. Sebab ada yang lebih jauh dari jarak. Sebentuk ingatan tentang masa-masa lalu. Tentang pelbagai peristiwa yang terlewati. Tentang interaksi yang begitu hangat. Tentang canda tawa dan keluh kesah. Tentang kita.

Saya akui, saya selalu rindu kamu.

Dan apabila rindu itu datang, doa senantiasa menjadi satu-satunya jawaban. Selaksa doa yang saya yakini sampai kepadamu. Entah lewat untaian hujan, bias sinar rembulan, atau sebait lagu kenangan.

Saya tahu kamu pun sedemikian rindunya. Setumpuk pesan darimu telah menjelaskan semuanya. Kertas-kertas beraroma teh itu. Goresan huruf yang terlihat ragu-ragu. Dan jejak bekas air matamu.

Perjumpaan yang kita harapkan memang belum pasti kapan. Mungkin masih tercantum dalam satuan waktu yang belum terdefinisi. Mungkin lebih lama dari abad, atau lebih singkat dari kecepatan kilat. Walau begitu, saya selalu percaya kelak kita akan kembali bersama.

Tapi sebelum pertemuan itu terwujud, saya ingin kita bersabar. Tahan sejenak segala letupan rindu ini. Lalu nanti kita lepaskan sebagai ledakan. Kita biarkan semua bekerja seperti seharusnya. Pasrahkan jika nanti saya harus memelukmu erat-erat. 

Dan selama hari itu belum tiba, saya tidak ingin kamu khawatir.

Karena saya baik-baik saja.

Tuesday, 10 May 2016

Hari Lupus Sedunia


Hari ini, tepatnya tanggal 10 Mei, telah disepakati sebagai Hari Lupus Sedunia (World Lupus Day).

Sekadar pengingat, lupus merupakan sebuah penyakit yang berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Secara sederhana, penyakit ini membuat tubuh kita bermasalah akibat ‘diserang’ oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Bagian yang dominan ‘diserang’ adalah organ-organ dalam, seperti paru-paru, jantung, otak, ginjal, dan lainnya.

Lupus kerap kali disebut sebagai ‘penyakit seribu wajah’. Itu karena lupus memiliki banyak gejala, tergantung dari organ yang diserangnya. Jika menyerang jantung, maka pasien akan dicurigai terkena penyakit jantung. Pun jika menyerang organ lainnya. Padahal apa yang sebenarnya terjadi bisa lebih kompleks dari ‘cuma penyakit jantung’ atau ‘cuma penyakit paru-paru’. Karena lupus merupakan penyakit sistemik.

Maka terkadang kondisi odapus (orang dengan penyakit lupus) berbeda satu dengan lainnya. Banyaknya gejala yang timbul membuat penyakit ini sukar dikenali lewat pemeriksaan biasa. Harus melalui rangkaian test kesehatan khusus. 

lupus sedunia, world lupus day
sumber


Begitulah kiranya sekilas info perihal penyakit lupus.